PADUKUHAN JETIS
Gambar:
Gapura Padukuhan Jetis
Padukuhan Jetis merupakan padukuhan yang ada di Kalurahan Sendangsari. Secara geografis Padukuhan Jetis merupakan padukuhan yang paling berdekatan dengan kalurahan Sendangsari. Padukuhan Jetis terbagi menjadi 6 RT, dan memiliki luas wilayah sekitar 36 hectar. Padukuhan Jetis berbatasan langsung disebelah timur dengan wilayah Padukuhan Panjangan dan Pandak. Kemudian untuk sebelah utara berbatasan dengan wilayah Padukuhan Kayen, sebelah barat dengan Padukuhan Kunden dan sebelah selatan berbatan langsung dengan Padukuhan Benyo. Saat ini Padukuhan Jetis dipimpin oleh Bapak Heksa Sunarya A.Md.
Menurut
tutur cerita dari sesepuh padukuhan Jetis, asal usul nama Jetis terjadi sekitar
abad 15. Pada saat itu kanjeng Panembahan Bodo yang merupakan seorang Sultan,
nama lain dari kanjeng Panembahan Bodo yaitu Sultan Trenggono yang merupakan
keturunan seorang Raja sedang melakukan syiar agama yang melewati padukuhan
Jetis. Pada waktu itu kanjeng Panembahan Bodo beserta para santrinya keliling
melakukan syiar agama disekitar wilayah padukuhan Kauman. Kanjeng Panembahan
Bodo melakukan perjalanan dari arah Padukuhan Kauman menuju arah Padukuhan
Pijenan. Pada jaman dahulu wilayah Pijenan masih berupa hutan, yang pada jaman
dahulu terkenal dengan sebutan hutan Wijen. Lalu bergesernya waktu para sesepuh
menyebutnya dengan daerah Pawijenan, yang sampai sekarang dikenal dengan nama Pijenan.
Kemudian lanjut ke wilayah Ngeblak dan tiba di wilayah Jetis.
Konon cerita pada waktu itu padukuhan Jetis merupakan dataran paling rendah. Karena letaknya yang rendah ketika musim hujan menjadi tempat yang penuh dengan genangan air. Memiliki udara yang dingin, sehingga ketika musim hujan para sesepuh sangat merasakan dingin. Keadaan yang masih berupa hutan dataran rendah dan memiliki suasana yang dingin para sesepuh yang singgah di padukuhan Jetis sering mengatakan dalam bahasa jawa “panggonane atis” yang dalam bahasa indonesia berarti tempat yang sangat dingin. Dengan kata lain pemberian nama Jetis, dilatarbelakangi dengan keadaan wilayah Jetis pada jaman dahulu. Padukuhan Jetis memiliki potensi budaya yang cukup menarik dan masih dilestarikan hingga saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar