KALURAHAN SENDANGSARI
Kalurahan merupakan sebuah persekutuan hukum pribumi yang terkecil, yaitu meliputi; kekuasaan sendiri dan kekayaan
atau pendapatan sendiri. Persekutuan hukum pribumi di sini mencakup hukum adat yang
tumbuh dengan sendirinya dan mempunyai dasar tradisional serta lainnya menjadi
anggota. Untuk mengetahui
lebih rinci mengenai Kalurahan Sendangsari, maka perlu melihat latar belakang pendirian Kalurahan, Pemerintah Kalurahan, Undang-undang
yang mengatur, dan asal-usulnya.
Pemerintah
Kalurahan digaji dengan penghasilan tetap
dan tambahan kesejahteraan berupa tanah pelungguh, yaitu tanah yang dibebaskan dari pajak, karena asas hukum
yang menetapkan bahwa semua tanah milik Sultan. Mereka telah diberi wewenang
untuk mengelola dan mengatur sendiri. Dalam perkembangannya, yaitu sejak 1946 samapai saat ini telah terjadi
perubahan-perubahan yang sangat signifikan. Pemerintah yang awalnya menganut sistem kerajaan berubah menjadi sistem yang menganut
demokrasi, yaitu
sistem yang lebih berkiblat pada budaya barat. Perubahan
ini tidak hanya terjadi di tingkat nasional saja,
akan tetapi juga berpengaruh pada
pemerintah Kalurahan, termasuk Kalurahan Sendangsari.
Di
Kalurahan Sendangsari juga terjadi perubahan nama dan pusat pemerintahan. Pada
masa penjajahan, wilayah Kalurahan Sendangsari terdiri dari dua kalurahan yaitu
Ex Kalurahan Krebet dan Kalurahan Manukan. 1) Ex Kalurahan Krebet merupakan
pusat pemerintahan kalurahan yang berada di padukuhan Beji, Lurah pertama adalah Karto Simejo. Kalurahan Krebet membawahi Padukuhan Benyo, Jetis,
Panjangan, Kayen, Beji Kulon, Beji Wetan, Gupak Warak, Dadap Bong, Krebet,
Kabrokan Wetan, dan Kabrokan Kulon. 2) Kalurahan Manukan membawahi padukuhan
Kunden, Kamijoro, Manukan, Jaten, Mangir Lor, Mangir Tengah, dan Mangir Kidul.
Sendangsari
merupakan penggabungan kedua kalurahan tersebut. Nama Sendangsari diambil
karena ada dua sumber mata air yang terletak di dusun Beji Wetan
dan Dusun Kunden. Sumber mata air biasa disebut “Sendang”. Kemudian kata “Sari”
bisa diartikan sebagai inti, yaitu inti dari dua kalurahan tersebut yang sama-sama memiliki sendang atau mata
air. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa Sendangsari adalah Kalurahan yang mempunyai intisari sumber mata air.
Air merupakan salah satu sumber kehidupan yang tidak pernah lekang oleh zaman.
Hal tersebut juga terlihat dengan keberadaan air sendang Ngembel Beji dan
Sendang Kunden yang senantiasa memberi manfaat pada masyarakat dan berguna bagi
kehidupan lingkungan di sekitarnya.
Kalurahan Sendangsari
pertama kali memperingati hari jadinya yang ke-64 atau (8 Windu) pada Tanggal
23 November 2010. Di ulang tahun Kalurahan Sendangsari yang ke-68 pada tanggal
23 November 2014, untuk pertama kalinya Upacara Hari Jadi Kalurahan Sendangsari dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan Kirab Budaya, Ranting Air
Kendi dari Sendang, Mujahadah, Pentas Seni Budaya, dan kegiatan lainnya.
Dalam menjalankan pemerintahannya, Kalurahan Sendangsari mengacu pada Perda
No.7 Tahun 1963 yang dikeluarkan oleh GR DIY, yaitu tata pemerintahan dan
hubungan mulai diberlakukan antara Kalurahan dengan Pusat bahkan dengan DPRD.
Perda No.7 Tahun 1963 ini mengatur tentang Jabatan Lurah. Berikut ini Lurah
yang pernah menjabat kepemimpinan di Kalurahan
Sendangsari.
1.
Tahun 1946 – 1947 Kalurahan Sendangsari dipimpin
oleh Lurah Tondo Gono
2.
Tahun 1948 – 1962 Kalurahan Sendangsari dipimpin
oleh Lurah H. Dalhar
3.
Tahun 1963 – 1984 Kalurahan Sendangsari dipimpin
oleh Lurah Hadi Sumarto
4.
Tahun 1985 – 1995 Kalurahan Sendangsari dipimpin
oleh Lurah Supandi
5.
Tahun1995 – 2013 Kalurahan Sendangsari dipimpin oleh
Lurah Sapta Sarosa, S.Psi
6.
Tahun 2014 – 2020 Kalurahan Sendangsari dipimpin
oleh Lurah Muhammad
Irwan Susanto, S.T.
7. Tahun 2021 –
2028 Kalurahan Sendangsari dipimpin oleh Lurah Durori, S.Pd.I.,M.Pd.
Kalurahan
Sendangsari merupakan bagian terintegrasi dari wilayah Kecamatan Pajangan,
Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalurahan Sendangsari
memiliki wilayah seluas 1.307.105,00 Ha/m2
yang secara administratif pemerintahan Kalurahan terbagi dalam 18 Padukuhan,
dengan penduduk laki-laki 630 jiwa, perempuan 6227 jiwa.
Jumlah laki-laki dan perempuan 12.530 jiwa, tercatat pada tanggal 21 Mei 2021. Untuk
lebih jelasnya mengenai wilayah administrasi Kalurahan Sendangsari
diuraikan sebagai berikut.
A.
Kondisi Umum Kalurahan Sendangsari
Kondisi
umum Kalurahan Sendangsari mencakup batas wilayah, keadaan topografi, keadaan
hidrologi, keadaan geologi, dan data padukuhan serta nama dukuh di Tahun 2021.
Untuk lebih jelasnya mengenai kondisi umum Kalurahan Sendangsari diuraikan
sebagai berikut.
1.
Batas Wilayah
Wilayah Kalurahan
Sendangsari yang memiliki luas wilayah sekitar 1.307.105,00 Ha/m2. Batas-batas wilayah
Kalurahan Sendangsari adalah sebagai berikut.
a. Sebelah Utara : Kalurahan Triwidadi,
Kecamatan Pajangan.
b. Sebelah Selatan : Kalurahan Triharjo,
Kecamatan Pandak
c.
Sebelah
Barat : Sungai Progo, Kabupaten Kulon
Progo
d. Sebelah Timur : Kalurahan Wjirejo,
Kecamatan Pandak
2. Keadaan Topografi Kalurahan Sendangsari
Kalurahan
Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul terletak di Wilayah Bantul
bagian barat dengan kondisi topografinya dataran tinggi dengan ketinggian +
100m dpl. Kawasan Kalurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul
merupakan 70% daerah perbukitan dan 30% dataran rendah.
3.
Keadaan
Hidrologi
Kalurahan Sendangsari
Kalurahan Sendangsari,
Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul dilalui oleh saluran pengairan Bendung
Kadisono dan Bendung Ewon yang baru saja
selesai dibangun pada
tahun 2015. Kedua bendung ini diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan air pertanian, perikanan dan air tanah sehingga perkembangan sektor
pertanian dan perikanan bisa maksimal. Pembangunan kedua bendung ini diharapkan
dapat memenuhi kebutuhan
irigasi pertanian dengan kebutuhan masing-masing Kalurahan, yaitu kira-kira
Kalurahan Guwosari 15 Hektar, Kalurahan Wijirejo 11 Hektar, dan Kalurahan
Sendangsari 65 Hektar.
4.
Keadaan
Geologi Kalurahan Sendangsari
Wilayah Kalurahan
Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul secara umum merupakan satuan
dataran tinggi dengan kondisi tanah liat dan sebagian besar perbukitan.
5.
Data
Nama Padukuhan dan Dukuh Kalurahan
Sendangsari Tahun 2021
Berikut ini merupakan data nama Padukuhan dan dukuh
yang memimpin di Kalurahan Sendangsari pada Tahun 2021.
|
No.
|
Nama
Pedukuhan
|
Nama
Dukuh
|
|
|
|
1
|
Benyo
|
Surinto,
A.Md..
|
|
|
2
|
Panjangan
|
Ngatimin,
A.Md.
|
|
|
3
|
Jetis
|
Heksa Sunarya, A.Md.
|
|
|
4
|
Kayen
|
Rusmidi
|
|
|
5
|
Beji Wetan
|
Jumapar
|
|
|
6
|
Beji Kulon
|
Suroto
|
|
|
7
|
Kabrokan Kulon
|
Sarwidi
|
|
|
8
|
Kabrokan Wetan
|
Nor Wahit,
A.Md.
|
|
|
9
|
Dadap Bong
|
Munthoha,
A.Md.
|
|
|
10
|
Krebet
|
Kemiskidi
|
|
|
11
|
Gupak Warak
|
Muhammad Farkhan
|
|
|
12
|
Kamijoro
|
Felix Supriasto, S.E.
|
|
|
13
|
Kunden
|
Margiyanto
|
|
|
14
|
Jaten
|
Frangky Yoga Anggara
|
|
|
15
|
Manukan
|
Muhammad Abdul Rahman
|
|
|
16
|
Mangir Lor
|
Novi Lani Astuti, S.Pd.
|
|
|
17
|
Mangir Tengah
|
Sumardi,
A.Md.
|
|
|
18
|
Mangir Kidul
|
Hendri Setiyawan,
A.Md.
|
|
B.
Kondisi Sosial, Ekonomi, dan Budaya Penduduk
Kondisi
sosial, ekonomi, dan budaya penduduk Kalurahan Sendangsari terdiri dari kondisi
sosial, kondisi ekonomi, dan kondisi budaya serta pariwisata. Untuk lebih
jelasnya mengenai hal tersebut dijelaskan berikut ini.
Secara umum kondisi sosial masyarakat di Kalurahan
Sendangsari cukup tertata. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kelompok-kelompok
sosial baik tingkat padukuhan maupun tingkat Kalurahan yang sudah ada di
Kalurahan Sendangsari. Kelompok sosial yang telah ada di Kalurahan Sendangsari
antara lain adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMKal),
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna, Rukun Tetangga (RT), Dasa
Wisma, Kelompok-Kelompok Arisan/Simpan Pinjam, Kelompok Jimpitan, Perpolisian
Masyarakat, dan Kelompok Gotong-Royong. Kegiatan sosial juga berlangsung dengan
baik walaupun tidak terstruktur secara formal, seperti melekatnya budaya
gotong-royong di seluruh padukuhan yang ada di Kalurahan Sendangsari.
Secara perekonomian, Kalurahan Sendangsari masih
mengandalkan sektor pertanian dan usaha. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penduduk yang mempunyai mata
pencaharian di kedua sektor tersebut. Sektor pertanian terbagi dua, penduduk
sebagai petani dan sebagai buruh tani. Pertanian masih dominan di semua padukuhan di Kalurahan Sendangsari.
Pertanian meliputi tanaman padi dan polowijo. Sektor usaha yang ada antara lain
kerajinan, peternakan
ayam, peternakan bebek, sapi dan kambing, perikanan, industri rumah tangga,
jasa (bengkel, photo kopi, rental, dan lain sebagainya). Permasalahan peningkatan usaha ekonomi rakyat sangat
kompleks, namun sekarang
kondisi perekonomian rakyat di Kabupaten Bantul dan di Kalurahan Sendangsari
pada khususnya sudah mulai bangkit dan membaik.
Banyak bantuan yang datang baik dari pemerintah maupun
lembaga non pemerintah lainnya yang turut membantu peningkatan pendapatan perekonomian rakyat dengan
program-program yang sesuai potensi di masyarakat. Saat ini meskipun belum mempunyai pasar tradisional tapi warga masyarakat tetap berusaha
menciptakan pasar-pasar kecil untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Masyarakat Kalurahan Sendangsari yang bekerja dan mencari nafkah di berbagai sektor
sudah mulai normal kembali, sehingga perekonomiannya berangsur-angsur membaik,
meskipun belum optimal.
Masyarakat
Kalurahan Sendangsari masih sangat kental dalam melestarikan adat budaya
warisan nenek moyang bangsa Indonesia khususnya kebudayaan jawa Kraton
Yogyakarta. Dalam Kehidupan sehari-hari tercermin perilaku Jawa Islam dengan
tata krama yang sangat dijunjung tinggi, seperti adat bertamu, adat bertutur
kata, adat berpakaian, adat bermusyawarah, dan sebagainya. Budaya khas yang masih rutin dilaksanakan dengan baik
warga masyarakat Kalurahan Sendangsari di antaranya budaya gotong-royong,
selamatan, merti dusun. Berbagai kegiatan seni budaya juga masih berjalan dan
dilaksanakan di Kalurahan Sendangsari di antaranya, Merti Dusun, Nyadran,
Tirakatan, Kenduri, Sholawat Barjanji, Mocopatan, Hadroh, dan lain sebagainya.
Sementara
potensi kesenian yang ada di
Kalurahan Sendangsari juga tetap dikembangkan dan dilestarikan antara lain karawitan, reog, jatilan, wayang kulit, teater, campur sari, solawatan, hadroh, kethoprak, dan mocopat. Pelestarian seni dan budaya
tersebut sangat penting karena didukung juga oleh Pemerintah baik Pusat maupun Daerah
dengan dimasukkannya ke dalam perencanaan dan pembangunan Kalurahan, melalui
kelompok-kelompok pemberdayaan seni dan budaya tersebut. Di wilayah Kalurahan
Sendangsari sendiri banyak kegiatan yang menunjang kepariwisataan dan
pelestarian seni budaya diadakan rutin setiap tahun seperti di dusun krebet ada
Grebeg Krebet, Umbul Do’a Puja
Basuki di Tapak Tilas Ki Ageng Mangir rutin di setiap bulan Sura, Bersih Dusun atau Mejemukan yang diadakan setelah panen
setahun sekali dengan menggelar pertunjukan wayang kulit di beberapa dusun.
Untuk
potensi wisata di dusun Mangir terdapat Petilasan Ki Ageng Mangir, yang dalam
sejarahnya adalah salah satu dusun tertua di Bantul. Selain situs mangir, di
Ngancar dusun Mangir Kidul juga terdapat wisata kuliner khas Wader Goreng dan
Gudeg Manggar yang dalam sejarahnya Gudeg Manggar tersebut dibuat pertama kali
oleh Ratu Pembayun di dusun Mangir. Kemudian di dusun Kabrokan Kulon dan Krebet
terdapat wisata alam berupa air terjun dengan dikelilingi rimbunnya pepohonan
khas daerah perbukitan. Di dusun Beji Wetan juga terdapat potensi wisata alam
dan sejarah berupa Sendang Ngembel yang mata airnya tidak pernah kering dan
digunakan untuk irigasi lahan pertanian di Kalurahan Sendangsari.
C. Kondisi Lingkungan dan Tata Guna Lahan
Kondisi lingkungan dan tata guna lahan di Kalurahan
Sendangsari yang pertama mencakup kondisi lingkungan dan Sumber Daya Alam,
kemudian yang kedua melingkupi Perumahan, Sarana atau Prasarana Permukiman, dan
Insfrastruktur Umum. Berikut ini
penjelasan mengenai kondisi lingkungan dan tata guna lahan di Kalurahan
Sendangsari.
- 1.
Kondisi Lingkungan dan Sumber
Daya Alam
Lingkungan yang ada di Kalurahan Sendangsari sudah
tertata dengan cukup baik walaupun masih bisa dilihat ada beberapa infrastuktur
jalan yang belum sempurna sampai ke tingkat padukuhan. Ditinjau dari kondisi
alamnya, sebagian besar wilayah padukuhan di Kalurahan Sendangsari berada di
kawasan perbukitan yang pengairannya masih kurang atau bisa juga
dikatakan lahan tadah hujan sehingga hanya cocok ditanami tanaman keras yang
usia produktifnya harus menunggu lama. Sedangkan lahan yang ada di
lingkungan pemukiman/perkampungan, di samping didirikan rumah untuk tempat
tinggal juga hidup dan atau ditanami tanaman keras seperti pohon kelapa, jati,
mahoni, serta pohon buah-buahan. Sumber Daya Alam yang ada di Kalurahan
Sendangsari berupa tambang material alam pasir progo dan batu putih karena
wilayah Kalurahan Sendangsari dilalui aliran Sungai Progo dan juga sebagian
besar wilayah perbukitan batu kapur.
- 2.
Perumahan,
Sarana atau Prasarana Pemukiman dan Insfrastruktur Umum
Perumahan, Sarana atau pasarana Pemukiman dan
Infrastruktur Umum mencakup kondisi fisik perumahan, jalan, pelayanan jaringan
utilitas, ruang terbuka hijau, dan fasilitas umum. Beberapa hal tersebut
dirincikan secara detail pada penjelasan sebagai berikut.
a.
Kondisi Fisik Perumahan
Rata-rata penduduk di
Kalurahan Sendangsari yang sudah berkeluarga mampu mendirikan rumah untuk
tempat tinggal mereka sekeluarga meskipun masih sederhana dengan bentuk dan
type bangunan bervariasi tergantung tingkat ekonomi, ada yang sudah berbentuk
bangunan permanen maupun yang masih berupa bangunan semi permanen. Sebagian
besar penduduk Kalurahan Sendangsari menempati satu rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga, karena rata-rata orang
tua atau yang sudah jompo dirawat sekaligus tinggal bersama keluarga anaknya
atau keluarga anak tinggal mengindung di rumah orang tua. Kondisi permukiman di Kalurahan Sendangsari
hampir sebagian besar sudah bisa disebut layak huni dan memenuhi standar
pendirian bangunan tempat tinggal. Namun masih ada juga beberapa kepala
keluarga yang menempati rumah tinggal tidak layak huni dikarenakan keadaan
ekonomi masih berada digaris kemisikinan yang memang tidak memungkinkan untuk
membangun rumah layak huni.
Ada sekitar 77 kepala keluarga yang
menempati rumah atau bangunan permanen namun
masih sederhana
dan sangat minim fasilitas utama
sebuah rumah hunian. Tata ruang bangunan di Kalurahan Sendangsari juga masih
jauh dari memadai dan atau teratur, dikarenakan tidak adanya program dari
pemerintah daerah dalam hal penataan bangunan permukiman penduduk. Selain itu
belum diaturnya tata ruang pendirian permukiman atau tempat tinggal
dimasing-masing wilayah sehingga masyarakat atau penduduk membangun rumah hanya
berdasar kepemilikan lahan yang sebagian besar berupa lahan pekarangan atau
pertanian warisan orang tua, kadang tidak sesuai peruntukan untuk hunian namun
karena tidak memiliki lahan selain hasil pembagian tadi terpaksa disitulah
dibangun tempat tinggal.
b.
Jalan
Kalurahan
Sendangsari dilalui oleh Jalan Nasional yang menghubungkan Jalan Nasional
lintas tengah (Jl. Wates) dengan Jl. Nasional lintas selatan (Jl. Srandakan)
juga beberapa jalan kabupaten yang menghubungkan wilayah-wilayah yang ada di
Kalurahan Sendangsari dengan wilayah-wilayah kelurahan dan atau kecamatan yang
berbatasan dengan Kalurahan Sendangsari. Pada umumnya kondisi jalan-jalan di
Kalurahan Sendangsari sudah baik dengan konstruksi aspal dan konstruksi
corblock untuk jalan-jalan lingkungan di padukuhan walaupun masih ada beberapa
yang sudah rusak terutama jalan-jalan yang ada di wilayah perbukitan karena
memang kontur tanah yang labil serta kurangnya pemeliharaan.
c.
Pelayanan Jaringan Utilitas
Pelayanan jaringan
ulititas terdiri dari kondisi jaringan drainase, kondisi jaringan listrik,
kondisi jaringan telepon, dan pelayanan
air bersih, sanitasi, dan persampahan. Untuk lebih jelasnya mengenai pelayanan
jaringan utilitas tersebut diuraikan sebagai berikut.
1)
Kondisi Jaringan Drainase
Jaringan
drainase yang terdapat di Kalurahan Sendangsari masih banyak yang belum
sempurna dan bahkan ada yang belum dibangun sehingga apabila terjadi hujan
lebat akan terjadi banyak genangan air dan kadang bisa memakan waktu lama untuk
bisa meresap dan kering. Jika ada saluran drainase, itupun hanya berupa
selokan-selokan kecil yang tidak tertata dan terawat.
2)
Kondisi Jaringan Listrik
Untuk
jaringan listrik wilayah Kalurahan Sendangsari hampir seluruh wilayah telah
teraliri melalui jaringan PLN yang sudah sampai ke wilayah-wilayah padukuhan. Sehingga
semua penduduk sudah menggunakan listrik, baik sebagai penerangan maupun untuk
keperluan rumah tangga lainnya serta untuk mendukung kegiatan-kegiatan ekonomi
produktif.
3)
Kondisi Jaringan Telepon
Wilayah
Kalurahan Sendangsari masih terbatas dan belum bisa memanfaatkan secara penuh
fasilitas telepon, jaringan telepon baru menjangkau wilayah yang hanya dilalui
oleh jaringan induk yang saat ini baru sepanjang jalan protokol (Jl. Sedayu)
sehingga akses penduduk Kalurahan Sendangsari untuk berkomunikasi dengan dunia
luar mayoritas masih menggunakan telepon seluler (HP). Memang untuk jangkauan
telepon seluler sudah bisa dinikmati diseluruh wilayah karena beberapa Base
Transciever System (BTS) dari beberapa operator telah dibangun di wilayah
Kalurahan Sendangsari.
4)
Pelayanan Air Bersih, Sanitasi
dan Persampahan
Untuk
memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari penduduk Kalurahan Sendangsari
mengandalkan dari sumber air tanah melalui sumur-sumur yang dibuat di
lingkungan rumah tempat tinggal. Sehingga untuk daerah perbukitan jika memasuki
musim kemarau sering mengalami kendala karena sumur-sumur air berkurang
debitnya atau bahkan menjadi kering. Layanan air bersih dari PDAM belum bisa
menjangkau seluruh wilayah Sendangsari karena masih terbatasnya insfrastruktur.
Jaringan
sanitasi juga masih sederhana tetapi sudah mengikuti ataupun sesuai dengan
aturan maupun standar kesehatan dalam membangun sanitasi yang dianjurkan
pemerintah. Demikian juga dengan pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga
masih sangat sederhana dan terkesan apa adanya dengan hanya dibuatkan
lubang-lubang galian tanah untuk membuang sampah dan limbah rumah tangga.
d.
Ruang Terbuka Hijau
Untuk wilayah
Kalurahan Sendangsari secara khusus belum tersedia insfrastruktur ruang terbuka
hijau dikarenakan sebagian besar tanah kas Kalurahan berupa lahan pertanian.
Saat ini yang bisa dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau adalah tanah lapang
dan atau lapangan olah raga yang bisa digunakan untuk mengadakan kegiatan olah
raga maupun kegiatan umum lainnya. Sehingga secara tidak langsung peruntukannya
juga terganggu dan belum bisa disebut sebagai ruang terbuka hijau.
e.
Fasilitas Umum
Fasilitas umum yang ada
di wilayah Kalurahan Sendangsari diantaranya adalah fasilitas pendidikan,
kesehatan, perekonomian dan perdagangan, dan tempat peribadatan. Untuk lebih
jelasnya mengenai fasilitas umum dijelaskan dalam uraian sebagai berikut.
1)
Fasilitas Pendidikan
Di
wilayah Kalurahan Sendangsari sudah tersedia fasilitas pendidikan formal mulai
dari PAUD sampai dengan Sekolah Menengah Pertama. Fasilitas pendidikan non
formal dan panti asuhan serta fasilitas pendidikan khusus untuk penyandang
disabilitas juga ada di Kalurahan Sendangsari.
2)
Fasilitas Kesehatan
Fasilitas
kesehatan yang ada di wilayah Kalurahan Sendangsari masih sangat kurang karena
baru terdapat posyandu, puskesmas, klinik pengobatan, dan bidan praktek. Untuk
mengakses fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan dan modern seperti Rumah
Sakit, penduduk Kalurahan Sendangsari harus ke kota kabupaten. Meskipun secara
umum tidak ada gangguan kesehatan yang berskala besar (semisal wabah penyakit)
namun hal tersebut perlu diwaspadai. Oleh karena itu untuk mengantisipasi hal
tersebut, sarana kesehatan yang lebih lengkap dan modern seperti Rumah Sakit
perlu dibangun untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan penduduk di wilayah
Kalurahan Sendangsari dan kalurahan-kalurahan terdekat.
3)
Fasilitas Perekonomian dan Perdagangan
Fasilitas
perekonomian dan perdagangan yang ada di Kalurahan Sendangsari belum bisa
dikatakan memadai terutama perekonomian dan perdagangan rakyat, misalnya pasar
dan sentra-sentra perekonomian.
4)
Fasilitas Tempat Peribadatan
Tempat
peribadatan di wilayah Kalurahan Sendangsari sudah memadai karena disetiap
padukuhan setidaknya sudah ada masjid dan musholla karena memang penduduknya
mayoritas muslim. Berikut ini digambarkan sebaran tempat peribadatan yang ada
di Kalurahan Sendangsari.
Fasilitas Peribadatan di Kalurahan Sendangsari
|
No
|
Padukuhan
|
Masjid
|
Mushola
|
Gereja
|
Kelenteng
Wihara
|
|
1
|
Benyo
|
2
|
2
|
-
|
-
|
|
2
|
Jetis
|
1
|
2
|
-
|
-
|
|
3
|
Panjangan
|
1
|
1
|
-
|
-
|
|
4
|
Kayen
|
2
|
3
|
-
|
-
|
|
5
|
Beji Wetan
|
1
|
1
|
-
|
-
|
|
6
|
Beji Kulon
|
2
|
2
|
-
|
-
|
|
7
|
Gupakwarak
|
1
|
7
|
-
|
-
|
|
8
|
Dadapbong
|
1
|
2
|
-
|
-
|
|
9
|
Krebet
|
2
|
2
|
-
|
-
|
|
10
|
Kabrokan Wetan
|
1
|
1
|
-
|
-
|
|
11
|
Kabrokan Kulon
|
1
|
1
|
-
|
-
|
|
12
|
Kamijoro
|
2
|
2
|
1
|
-
|
|
13
|
Kunden
|
1
|
2
|
-
|
-
|
|
14
|
Manukan
|
2
|
1
|
-
|
-
|
|
15
|
Jaten
|
1
|
1
|
-
|
-
|
|
16
|
Mangir Lor
|
1
|
1
|
-
|
-
|
|
17
|
Mangir Tengah
|
-
|
3
|
-
|
-
|
|
18
|
Mangir Kidul
|
-
|
2
|
-
|
-
|
|
|
Jumlah
|
22
|
35
|
-
|
-
|